Just Sharing

Penyebab Anak Balita Nakal dan Cara Mengatasinya



Share kali ini tentang anak balita (bawah lima tahun ) Anda pernah menemui seorang balita yang aktif, berikut hasil pengamatan saya :

Dilingkungan sekitar sering menemui anak balita yang tidak pada umumnya aktif kemudian tata bahasanya sudah seperti orang dewasa, tidak bisa dibilangin atau dinasehatin, seperti contohnya nakal dengan teman mainnya, tidak mau kalah dalam bermain, nakal yang tidak umum sampai teman seumurannya menghindar untuk bermain dengan anak itu sama orang tua juga berani.
Saya terheran apa penyebabnya sampai anak sebandel itu.

Setelah saya amati benar tidaknya saya tidak tahu berikut dapat saya uraikan penyebab anak balita nakal.

1. Anak meniru perilaku orang tuanya
Yang ini menjadi perhatian, selagi anak masih Balita sebagai orang tua perlu mengontrol emosi dan perilaku buruk ketika sedang bersama anak, karena terkadang tanpa disadari ternyata si anak mengikuti apa yang dilakukan orang tua, misalnya saja ketika orang tua sedang bertengkar berucap keras, ternyata anak merekamnya kemudian ketika pada waktu sianak berucap kata dengan keras. Saya pernah menemui seorang anak, dia mengucapkan keluar kata-kata hewan-hewan ( maaf misalnya anjing dan lainnya ) ternyata dirumah si anak sering mendengar kedua orang tuanya pada waktu berantem mengeluarkan kata-kata hewan seperti diatas.

2. Tidak bisa bersabar atau control emosi 
Masa balita masa aktif anak, mereka belum tahu apa-apa, terkadang sebagai orang tua merasa mengkhawatirkan aktivitas anaknya, misalnya anak jatuh si orang tua lupa kemudian memarahi anak , dari sini lah sianak merekam ketika orang marah, akhirnya anak juga ikut-ikutan ketika tidak senang menjadi marah-marah, dari hal ini mungkin yang bisa dilakukan dengan berucap jangan diulangi lagi karena kalau jatuh badanya sakit.

3. Lingkungan sekitar
Ini yang saya lihat, setelah anak bermain dengan anak-anak lainnya, anak mengikuti perilaku temannya mulai nakal berani memukul. `

Bagaimana cara mengatasinya

Kalau sementera ini cara saya bebaskan si anak balita berekspresi aktif sebagai orang tua mengawasi kemudian sebagai orangtua menjaga perilaku, bisa menempatkan disaat bersama anak serta kendalikan emosi, karena saya memakhlumi itulah dunia anak.
Bagaimana anda punya pengalaman tentang hal ini silakan tinggalkan di form komentar yang tersedia




Baja Juga


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Penyebab Anak Balita Nakal dan Cara Mengatasinya

loading...