Just Sharing

Tips dan Nasehat Sebelum Memulai Bisnis



Sebuah Nasehat Kalau badan Anda segar, jadilah militer. Kalau otak Anda pinter, jadilah profesor. Tapi kalau badan Anda seger dan otak Anda pinter, jadilah wirausahawan.” bagaimana anda masuk dalam kategori yang mana ?

Jika Anda masuk dalam kategori wira usahawan berikut adalah kutipan artikel yang saya baca, menurut saya perlu untuk di ketahui sehingga saya share dalam postingan kali ini, yaitu sebuah Tips dan Nasehat sebelum memulai Bisnis


Berikut Tips dari Sahmullah Rivqi  dikutip dari tabloidnova.com 
Tips berbisnis ala Sahmullah Rivqi , Retail Business Director Pillar Business Accelerator untuk pembaca

A. Memilih Bisnis

1. Hal pertama yang harus dibangun di kepala: bisnis itu simpel. Jika pikiran di kepala sudah simpel, jalannya akan simpel. Jangan berpikir sebaliknya, bisnis itu rumit maka yang terjadi akan rumit. Atau bisnis itu penuh risiko, maka yang terjadi risiko.

2. Ingin memulai bisnis apa? Dapat dilihat dari beberapa hal:

a. Lihat apa yang dibutuhkan pasar saat ini. Orang butuh baju, tapi sudah banyak yang jual baju. Bagaimana agar berbeda? Cari peluangnya!

b. Lihat dari sisi pribadi. Punya ketrampilan, pengalaman, atau hobi apa yang bisa dijual? Misalnya, berpengalaman kerja di perusahaan kurir, cobalah bisnis kurir. Punya keterampilan mendesain, bukalah bisnis desain grafis. Punya hobi makan tapi tak hobi masak, bukalah rumah makan.

c. Cari peluang bisnis di luar diri sendiri. Lalu hubungkan dengan pasar, membutuhkan atau tidak. Jika pasar membutuhkan tapi tak punya keterampilannya, cari cara lain. Misalnya, sewa rumah untuk membuka rumah makan. Ajak kerabat yang jago masak untuk membantu memasak, Anda yang menyiapkan tempat.

3. Memilih bisnis sekaligus passion .

a. Cara paling simpel untuk tahu passion  adalah dengan tahu apa yang paling disukai hingga lupa diri.
b. Bisnis berdasarkan aktivitas yang tak perlu membayar. Misalnya sharing .

4. Hindari terlalu lama berpikir.  Lakukan ATM (Amati Tiru Modifikasi). Jika ingin ikut berjualan baju, agar berbeda beri kelebihan, misalnya memberikan diskon atau bonus lain.

B. Persiapan

1. Siapkan Mental Baja.
Bisnis sangat fluktuatif. Jika mental tidak siap, lebih baik tak usah berbisnis. Jika tak kuat kehilangan modal sebesar Rp 10 juta, cobalah berbisnis dengan modal lebih kecil. Banyak berdoa dan seringlah berkumpul dengan orang yang memiliki mental optimis. Energi positif akan lebih mudah mengalir mempengaruhi diri.

2. Tenaga atau Karyawan.

a. Siapkan keahlian untuk bisa menjual barang baik langsung maupun lewat online . Komunikasi harus lancar dan buatlah brosur agar bisa menggugah calon pembeli.b. Tentukan segmen pasar. Mulai dari kalangan anak-anak, dewasa, atau remaja. Hal ini berpengaruh pada strategi promosi dan komunikasi.

c. Sediakan bahan baku atau perlengkapan yang dibutuhkan. Jika memutuskan untuk memiliki toko, artinya membutuhkan peralatan, pegawai, dan tempat. Sementara yang yang ingin berbisnis onlinesiapkan website dan saluran telepon atau internet.

C. Modal

Modal menjadi hal terakhir yang dibutuhkan. Jangan sampai memulai bisnis dipusingkan oleh soal modal. Setelah semua siap ternyata butuh modal Rp 50 juta sementara uang di kantong hanya Rp 2 juta. Bagaimana caranya?

a. Berdoa dan lakukan silaturahmi ke teman-teman. Ceritakan kepada mereka, Anda ingin berbisnis dan butuh modal. Dari sekian banyak orang, pasti ada yang akan tertarik, siapa tahu mau meminjamkan modal.  Bagi pemula, disarankan jangan berutang dulu, khawatir tak sanggup menanggung beban utang. Lain halnya jika Anda bisa bekerja maksimal setelah mendapat tekanan, silakan berutang. Cirinya simpel, jika ada bos di dekat Anda dan bisa berkonsentrasi, berarti Anda siap. Jika sebaliknya berarti tidak siap.

b. Lihat barang-barang di rumah, apakah ada barang yang tidak bermanfaat bisa dijual agar nisa dapat modal. Jika punya mobil bagus, tukar dengan yang sederhana, sisanya bias untuk modal

c. Menjual keahlian. Misalnya, tawarkan ke pengusaha sukses menulis kisah suksesnya. Honornya, minta bayar di muka buat modal bisnis. Banyak profesional punya keahlian tapi begitu berbisnis mengaku tak punya modal.

d. Mencari partner kerja. Apakah Anda tipikal yang senang bisnis sendirian atau bersama-sama? Jika senang sendiri, cari partner yang hanya memberikan modal uang saja. Soal manajemen ditangani sendiri. Atau cari investor, untungnya dibagi, ruginya pun bagi.

e. Boleh berutang. Jika tak dapat juga dapat modal, barulah berutang,. Misalnya, pinjam ke bank jika punya jaminan. Pinjam ke koperasi di tempat kerja atau ke individu, misalnya orangtua, kakak, dan kerabat. Biasanya jika pinjam ke keluarga, andai belum bisa membayar cicilan utang, tak akan terlalu membuat stres dibandingkan pinjam ke pihak lain.


Setelah tips berikut ada beberapa nasehat-nasehat sebelum memulai bisnis, saya kutip dari usaha.wordpress.com   berikut diantaranya :

Ketekunan
Seseorang pengusaha sukses di bidang medis dan pendidikan mengatakan bahwa yang terpenting dalam berwirausaha adalah “ketekunan.” Dia juga memberikan contoh banyaknya pengusaha sukses yang justru tidak sukses dalam pendidikannya. Justru orang-orang yang mempunyai nilai akademis yang tinggi biasanya malah tidak sukses dalam dunia usaha.

Berani Mengambil Resiko
Seseorang yang lain juga menonjolkan sifat-sifat keberanian dari seorang pengusaha. Seorang pengusaha harus berani mengambil resiko walau pun secara perhitungan matematis mungkin tampak tidak menguntungkan, tetapi justru seringkali malah menguntungkan. Bahkan keuntungannya tidak sedikit, tetapi banyak sekali.

Terampil & Tidak Putus Asa
Biasanya pengusaha sukses itu pernah mengalami beberapa/banyak kegagalan. Tetapi karena mereka tidak mengenal putus asa dan selalu bangkit, selain memperoleh pelajaran dari pengalaman, mereka jadi terampil dalam mengatasi banyak hal dalam berwirausaha.

Berdoa
Rupanya para pengusaha sukses juga rajin berdoa. Maklum saja karena selama berwirausaha mereka seringkali mempertaruhkan segalanya, termasuk hidupnya & keluarganya demi kegiatan berwirausahanya.
Seseorang konsultan usaha pernah memberikan ilustrasi tentang pentingnya doa bagi pengusaha.
Kalau saya memulai usaha sendiri, sudah pasti saya & keluarga akan berdoa dengan sangat khusuk & tekun untuk memohon agar usaha saya berhasil. Tetapi jika saya berwirausaha bersama banyak teman, maka yang turut berdoa akan lebih banyak lagi, tidak hanya saya dan keluarga saya, tetapi juga mereka dan keluarga mereka.

Berani Berubah
Seorang yang memulai usaha sendirinya harus berani menghadapi perubahan yang bakal mengubah seluruh hidupnya. Perubahan itu bisa positif mau pun negatif. Tetapi sebagai langkah awal, para pemula harus memiliki tekad yang kuat untuk mau berubah dan menghadapi segala tantangan yang bakal menghadangnya.
Seseorang konsultan memberikan tes bagi para pemula atau pengusaha kurang sukses yang ingin memulai usahanya atau yang ingin agar usahanya sukses. Tes yang dilakukan sangat sederhana dan dilakukan saat konsultan tersebut bertemu calon kliennya untuk pertama kali.
Biasanya para pemula atau pengusaha kurang sukses tersebut ingin segera mendapatkan konsultasi atau resep-resep mujarab yang instan demi kesuksesan atau kelanggengan usahanya. Tetapi sebelum melakukan konsultansi, sang konsultan menilainya dan memberikan test.
Suatu ketika sang konsultan menemui calon klien yang tampak bangga dengan kumisnya. Memang kumisnya sangat rapi dan bagus bentuknya. Dengan kumisnya itu, sang calon jadi tampak gagah & ganteng. Sesekali sang calon merapikan kumisnya dengan tangannya untuk memperbaiki bentuknya.
Sang konsultan memberikan tes baginya, yaitu dengan menyuruhnya untuk mencukur habis kumisnya. Tetapi kontan sang calon menolak dan akhirnya sang konsultan menolak menanganinya dan mengatakan bahwa dia tidak berani menerima dan menghadapi perubahan yang sebenarnya sangat penting dalam dunia usaha.

Pandai Mengelola
Seseorang pernah berkata: “Pengusaha yang sukses itu adalah pengusaha yang mampu mempekerjakan orang-orang yang cerdas di bidangnya.” Memang benar adanya. Kesuksesannya ditopang oleh para pekerjanya yang berkompeten di bidangnya. Nah, dengan demikian para pengusaha harus mampu memilih dan mempekerjakan orang-orang seperti ini.
Selain dapat mengelola sumberdaya manusia, para pengusaha juga harus pandai mengelola sumber daya yang lain, misalnya aset, keuangan, dll. Kemampuan mengelola ini justru seringkali tidak ditemui di orang-orang cerdas yang akhirnya menjadi karyawan dari si pengusaha.

Seger & Pinter
Ini ada sebuah nasehat dari seorang motivator usaha:
“Kalau badan Anda segar, jadilah militer. Kalau otak Anda pinter, jadilah profesor. Tapi kalau badan Anda seger dan otak Anda pinter, jadilah wirausahawan.”

Jadi dia menekankan pentingnya kesegaran tubuh dan kepintaran otak. Syukurlah jika kita bisa memiliki keduanya. Paling tidak modal sukses sudah ada pada kita.

Kemauan Terus Belajar
Seorang pengusaha sukses pernah berkata bahwa semua usahanya, baik yang gagal mau pun berhasil itu adalah tempat belajarnya. Dan dia mau untuk terus mempelajari setiap usahanya. Bahkan tidak hanya mempelajari apa yang telah dia peroleh dari pengalamannya atau dari teori atau buku, dia juga melakukan percobaan-percobaan dan bermanuver dalam usahanya.

Berikut ada lagi beberapa nasehat sebelum memulai Bisnis yang dikutip dari karanetclub.wordpress.com
beberapa nasehatnya yang berguna untuk bisnis pemula. Namun nampaknya juga berguna bagi yang sudah mapan berbisnis sekedar mengingatkan kembali.

1. Anda harus mengembangkan kemampuan untuk melihat kebutuhan dan keinginan konsumen
2. Anda harus menemukan kesenjangan di dalam pasar (market gap), antara permintaan dan persediaan.
3. Anda harus segera memulai
4. Anda harus memulainya dari yang kecil
5. Anda harus menetapkan harga yang cukup untuk menutupi biaya-biaya operasioal dan menyisakan laba operasi yang cukup untuk bertahan dan bertumbuh
6. Anda harus jujur dan menjaga integritas. Selalu. Di dalam semua perjanjian dan transaksi
7. Anda harus mendapatkan dan membuat pelanggan kembali, lagi, lagi dan lagi….
8. Anda harus menetapkan filosofi bisnis yang berkomitmen kepada kualitas dan layanan tingkat tinggi
9. Anda harus menginvestasikan kembali uang yang diperoleh untuk pertumbuhan perusahaan
10. Anda harus melaksanakan semua nasehat ini. (Hehehe. Kalau ini nasehat dari saya – Roni)

Semoga Bermanfaat

Sumber Foto : ervakurniawan.wordpress.com




Baja Juga


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Tips dan Nasehat Sebelum Memulai Bisnis

loading...