Just Sharing

Positif Thinking vs Negatif Thinking



Mungkin ini hasil dari pengalaman saya mengikuti dan menjalankan bisnis MLM, bahwa seseorang harus positif thinking.

Ini saya rasakan ketika awal awal memasuki lingkungan tempat kerja, dimana hari harinya begitu menyakitkan, pada saat menghadap pimpinan dan rekan kerja yang emosional dan tutur kata yang kurang menyenagkan. Ternyata dari peristiwa tersebut ada yang menanggapinya dengan positif thingking dan ada juga yang negatif thingking.

Negatif thinking menanggapinya dengan dendam, marah, dan pada akhirnya malas menghadap pimpinan.

Positif thinking menanggapinya dengan hati tetap tenang, menganggapnya itu sebuah pelajaran, dibalik peristiwa mengambil hal hal baik. Misalnya ketika dimarahi atasan karena kesalahan pencatatan, saya terima dengan lapang dada karena dengan saya dimarahi kedepannya dalam bekerja saya akan lebih teliti lagi. Coba kalau tidak pernah dimarahi saya akan bekerja se enaknya. Jadi anggap saja masih belajar jadi pantas untuk dimarahi.

Yang negatif thinking lain cerita, dimarahi jadi takut, kerjanya jadi bingung nanti kalau salah bisa kena marah lagi, akhirnya menghindar dari tugas. dengan sikap yang demikian sulit untuk naik jabatan, atasan akan menilai tidak bisa bekerja bahkan jika perusahaan dirasa merugikan, akan dikeluarkan dari perusahaan.

Dari uraian diatas saya memetik sebuah pelajaran bahwa ketika menghadapi masalah hadapi ujian, bersabar dan ikhlas jalaninya, masalah ujian itu ibarat sekolah ketika mau naik kelas harus melewati lulus ujian terlebih dahulu.

Selalu berpikir positif, dibalik setiap peristiwa kejadian ambil hikmah baiknya.

Demikian memori pengalaman saya, maaf apabila dalam penulisan masih banyak kekurangan.




Baja Juga


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Positif Thinking vs Negatif Thinking

loading...