Just Sharing

Pencegahan dan Pola Makan Penderita Diabetes




Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus

Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 - 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :

1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.
Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.



Tipe Penyakit Diabetes Mellitus
1. Diabetes mellitus tipe 1
Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja.

Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.

2. Diabetes mellitus tipe 2
Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.

Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan.

Berikut adalah 7 cara sederhana untuk mencegah diabetes:

1. Pertahankan berat badan yang sehat.
Sebagian besar orang yang didiagnosis diabetes (biasanya tipe 2) memiliki berat badan lebih. Kelebihan berat dan lemak tubuh akan meningkatkan risiko terkena diabetes.

2. Ketahui riwayat kesehatan keluarga.
Kemungkinan seseorang terkena diabetes di kemudian hari akan meningkat jika di dalam keluarga terdapat satu atau lebih anggota yang menderita diabetes.

3. Tetap aktif secara fisik.
Olahraga teratur bisa membantu mencegah diabetes dengan mengontrol berat badan dan meningkatkan aliran darah. Olahraga sangat penting terutama jika secara genetik seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi.

4. Diet yang seimbang, rendah lemak dan gula.
Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya penurunan kemampuan tubuh dalam memproduksi ataupun menggunakan insulin untuk mengubah gula menjadi energi, sehingga penting untuk membatasi jumlah gula dan karbohidrat yang dikonsumsi. Konsumsi OLIVETREE DIET TEA sebagai salah satu cara diet yang seimbang, rendah lemak dan gula.

5. Konsumsi TEH PUTIH
Berdasarkan penelitian bahwa Teh putih mampu menurunkan kadar gula darah , serta mencegah dan mengurangi gejala diabetes melitus. Teh Putih termasuk goloingan teh yang sangat langka dan kaya anti oksidan. Namun saat ini Teh Putih sudah dapat di peroleh dengan mudah setelah PT. Victory Cosmetindo memproduksi Teh Putih dengan merek OLIVETREE WHITE TEA.

6. Monitor tekanan darah secara teratur.
Sekitar 73 persen orang dewasa dengan diabetes ternyata juga menderita tekanan darah tinggi.

7. Tingkatkan konsumsi buah-buahan dan sayuran segar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioflavonoid, zat warna dalam buah-buahan dan tanaman, akan merangsang produksi insulin dan menghambat glikasi atau proses pemecahan ikatan molekul glukosa dengan protein sehingga merangsang pembentukan advenced glycation end products (AGE).

8. Lakukan pemeriksaan kesehatan.
Setiap orang yang berusia diatas 45 tahun harus memiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 tahun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini.

Sumber : http://whiteteaindonesia.blogspot.com/2012/02/gejala-pencegahan-dan-pengobatan.html

10 tips pencegahan diabetes berikut:

1. Lakukan lebih banyak aktivitas fisik
Ada banyak manfaat berolahraga secara teratur. Latihan olahraga dapat membantu meningkatkan sensitivitas tubuh Anda terhadap insulin, yang membantu menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada pria yang diikuti selama 10 tahun, untuk setiap 500 kkal yang dibakar per minggu melalui latihan, ada penurunan 6% risiko relatif untuk pengembangan diabetes. Penelitian itu juga mencatat manfaat yang lebih besar pada pria yang lebih gemuk.

Dengan meningkatkan olahraga, tubuh menggunakan insulin lebih efisien sampai 70 jam setelah latihan. Jadi, berolahraga 3-4 kali seminggu akan bermanfaat pada kebanyakan orang. Penelitian menunjukkan bahwa baik latihan aerobik dan latihan ketahanan dapat membantu mengendalikan diabetes, tapi manfaat terbesar berasal dari program fitness yang meliputi keduanya. Perlu dicatat bahwa banyak manfaat olahraga yang independen terhadap penurunan berat badan. Namun, bila dikombinasikan dengan penurunan berat badan, keuntungannya meningkat secara substansial.

2. Dapatkan banyak serat dalam makanan
Makanan berserat tidak hanya mengurangi risiko diabetes dengan meningkatkan kontrol gula darah tetapi juga menurunkan resiko penyakit jantung dan menjaga berat badan ideal dengan membantu Anda merasa kenyang. Makanan tinggi serat antara lain buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan umbi-umbian. Salah satu makanan tinggi serat yang terbukti dapat mengendalikan diabetes adalah dedak padi atau bekatul.

3. Makanlah kacang-kacangan dan biji-bijian
Meskipun tidak jelas mengapa, biji-bijian dapat mengurangi risiko diabetes dan membantu menjaga kadar gula darah. Dalam sebuah studi pada lebih dari 83.000 perempuan, konsumsi kacang-kacangan (dan selai kacang) tampaknya menunjukkan beberapa efek perlindungan terhadap pengembangan diabetes. Wanita yang mengonsumsi lebih dari lima porsi satu ounce kacang per minggu menurunkan resiko terkena diabetes dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi kacang sama sekali.

4. Turunkan berat badan
Sekitar 80% penderita diabetes kegemukan dan kelebihan berat badan. Jika Anda kelebihan berat badan, pencegahan diabetes dapat bergantung pada penurunan berat badan. Setiap kg Anda kehilangan berat badan dapat meningkatkan kesehatan Anda. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang kegemukan mengurangi risiko diabetes mereka sebesar 16 persen untuk setiap kilogram berat badan yang hilang. Juga, mereka yang kehilangan sejumlah berat setidaknya 5 sampai 10 persen berat badan awal dan berolahraga secara teratur mengurangi risiko diabetes hampir 60 persen dalam tiga tahun.

5. Perbanyak minum produk susu rendah lemak
Data mengenai produk susu rendah lemak tampaknya berbeda-beda, tergantung apakah Anda gemuk atau tidak. Pada penderita obesitas, semakin banyak susu rendah lemak yang dikonsumsi, semakin rendah risiko sindrom metabolik. Secara khusus, mereka yang mengonsumsi lebih dari 35 porsi produk susu tersebut seminggu memiliki risiko jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari 10 porsi seminggu. Menariknya, hubungan ini tidak begitu kuat pada orang yang ramping.

6. Kurangi lemak hewani
Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 42.000 orang, diet tinggi daging merah, daging olahan, produk susu tinggi lemak, dan permen, dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes hampir dua kali dari mereka yang makan diet sehat. Hal ini independen terhadap berat badan dan faktor-faktor lain.

7. Kurangi konsumsi gula
Konsumsi gula saja tidak terkait dengan pengembangan diabetes tipe 2. Namun, setelah disesuaikan dengan berat badan dan variabel lainnya, tampaknya ada hubungan antara minum minuman sarat gula dan pengembangan diabetes tipe 2. Wanita yang selalu minum satu atau lebih minuman bergula sehari memiliki hampir dua kali lipat risiko terkena diabetes daripada wanita yang hanya kadang-kadang atau tidak minum minuman bergula.

8. Berhenti merokok
Merokok tidak hanya berkontribusi pada penyakit jantung dan menyebabkan kanker paru-paru tetapi juga terkait dengan pengembangan diabetes. Merokok lebih dari 20 batang sehari dapat meningkatkan risiko diabetes lebih dari tiga kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok. Penyebab pasti untuk hal ini belum diketahui dengan baik. Kemungkinan merokok secara langsung menurunkan kemampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin. Selain itu, ada hubungan antara merokok dan distribusi lemak tubuh. Merokok cenderung mendorong bentuk tubuh “apel” yang merupakan faktor risiko untuk diabetes.

9. Hindari lemak trans
Hindari mengonsumsi lemak trans (minyak sayur terhidrogenasi) yang banyak digunakan pada produk olahan dan makanan cepat saji. Minyak tersebut berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe- 2.

10. Dapatkan dukungan
Dapatkan teman, keluarga atau kelompok yang membantu Anda dalam mencegah diabetes. Mereka dapat mendukung Anda dalam mempertahankan gaya hidup sehat baru Anda.

Sumber : http://majalahkesehatan.com/10-tips-mencegah-diabetes-mellitus/


Pola Makan untuk Penyakit Diabetes

Berikut ini adalah saran pola makan yang benar untuk penderita diabetes yang disampaikan oleh Dr Bhambani.

Menikmati jus tomat dengan garam dan merica setiap pagi selagi perut masih dalam keadaan kosong.
Asupan kalori harian sebaiknya dibatasi sebanyak 1.500-1.000 dengan skala 60:20:20 untuk karbohidrat, lemak, dan protein.
Pemanis buatan boleh digunakan dalam kue dan permen, tetapi harus dikonsumsi secukupnya saja.
Memantau asupan konsumsi buah kering.
Penderita diabetes juga sebaiknya makan tiga kali sehari dengan perencanaan diet yang baik.
Mengonsumsi air putih sebanyak mungkin.
Menikmati setidaknya dua jenis buah musiman dan tiga macam sayuran dalam sehari.
Membatasi konsumsi alkohol.
Mengonsumsi satu sendok teh biji kelabat yang sudah direndam dalam air sebanyak 100 mililiter dalam semalam.
Mengonsumsi enam biji almond yang juga sudah direndam dalam air dalam semalam.

Sumber : http://www.merdeka.com/sehat/pola-makan-yang-benar-untuk-penderita-diabetes.html





10 Buah yang baik untuk penderita diabetes



Penderita diabetes harus sangat berhati-hati dalam memperhatikan apa yang mereka makan. Ada beberapa makanan yang perlu dihindari oleh penderita diabetes. Namun, ada pula makanan yang dapat mengontrol kadar gula darah mereka. Buah-buahan dapat membantu mengendalikan kadar gula darah yang tinggi dan kaya protein serta vitamin. Berikut adalah 10 buah yang baik dikonsumsi penderita diabetes, seperti dilansir Boldsky.

1. Apel

Makan satu apel sehari bisa menjauhkan Anda dari berbagai penyakit. Hal ini juga berlaku bagi penderita diabetes. Apel kaya akan pektin yang dapat mengurangi tingkat insulin yang tinggi. Makan apel bisa membuat indeks glikemik Anda dalam tingkat yang rendah.

2. Pir

Pria adalah buah yang kaya pektin - yang juga baik untuk penderita diabetes. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, pir bisa mengontrol kadar gula darah yang tinggi.

3. Aprikot

Aprikot kering jauh lebih berkhasiat dibanding yang masih segar. Buah ini juga kaya akan kalium yang baik untuk penderita diabetes.

4. Berries

Semua jenis berry seperti raspberry, stroberi, blueberry dan blackberry dapat membantu menurunkan indeks glikemik penderita diabetes.

5. Ceri

Ceri adalah buah dengan indeks glikemik yang rendah. Ceri juga kaya serat yang menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

6. Anggur

Anggur segar sangat baik jika dikonsumsi penderita diabetes. Namun, konsumsi dalam jumlah berlebihan akan berbahaya bagi tubuh karena anggur mengandung karbohidrat dalam bentuk gula alami.

7. Plum

Selain rendah kalori, plum juga memiliki indeks glikemik yang rendah. Plum merupakan sumber makanan yang kaya akan serat - yang membuat buah ini ideal bagi penderita diabetes dan penderita jantung

8. Jeruk

Buah jeruk sangat sehat bagi penderita diabetes. Buah ini dapat menurunkan indeks glikemik, sumber vitamin C dan yang paling penting, serat dalam jeruk memodulasi gula darah dengan memperlambat penyerapan ke dalam aliran darah.

9. Alpukat

Lemak sehat dan potasium dalam alpukat membuatnya menjadi buah yang sehat bagi penderita diabetes. Buah ini juga menurunkan trigliserida dan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

10. Melon

Melon mengandung banyak serat yang dibutuhkan oleh penderita diabetes. Namun, pastikan Anda tidak membeli melon yang terlalu matang karena dapat meningkatkan kadar gula darah Anda.

Inilah sepuluh buah yang baik untuk penderita diabetes. Meski penderita diabetes gampang mengalami kelelahan, usahakan Anda tetap melakukan olahraga ringan secara teratur setiap hari. Setidaknya ini dapat membuat tubuh Anda tetap fit.

Sumber : http://www.merdeka.com/sehat/10-buah-yang-baik-untuk-penderita-diabetes.html




Baja Juga


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pencegahan dan Pola Makan Penderita Diabetes

loading...