Just Sharing

Menakutkan Dampak Pemanasan Global



Berikut adalah dampak pemansan global dengan artikel ini diharapkan kita menjadi sadar pentingnya menjaga bumi, lalu apa upaya-upaya penjegahannya baca juga disini

Dampak pemanasan global yang dikutip dari http://www.belantaraindonesia.org sebagai berikut :

1. HUTAN AMAZON AKAN BERUBAH MENJADI GURUN


Memiliki jutaan spesies dan cadangan 1/5 air bersih dunia, hutan Amazon merupakan hutan hujan tropis terbesar di dunia. Tetapi pemanasan global dan penggundulan hutan membalikkan fungsi hutan sebagai penyerap karbon dan merubah 30 - 60 persen hutan menjadi padang rumput kering. Proyeksi - proyeksi menunjukkan hutan ini bisa lenyap menjelang tahun 2050.

2. GREAT BARRIER REEF LENYAP DALAM 20 TAHUN


Naiknya air laut akibat pemanasan global dalam 20 tahun akan menenggelamkan gugusan karang ajaib ini. Charlie, mantan kepala peneliti di Australian Institute of Marine Science mengatakan pada The Times: "Tidak ada harapan, Great Barrier akan lenyap 20 tahun lagi atau lebih. Sekali karbon dioksida ( CO2 ) menyentuh level seperti yang diprediksi antara tahun 2030 dan 2060, seluruh karang akan lenyap. Hal ini didukung para peneliti karang dan juga semua organisasi terkait lainnya. Ini sudah kritis dan beginilah kenyataanya."

3. GURUN SAHARA AKAN MENGHIJAU


Para ilmuwan melihat tanda - tanda bahwa gurun Sahara dan wilayah di sekitarnya menghijau akibat makin meningkatnya curah hujan. Hujan ini mampu merevitalisasi wilayah gersangnya sehingga menarik komunitas petani. Kecenderungan menyusutnya gurun ini dijelaskan oleh model - model iklim, yang memprediksi kembalinya ke kondisi yang merubah Sahara menjadi padang rumput subur seperti sekitar 12 ribu tahun yang lalu.

4. ANGIN TOPAN BERTIUP LEBIH DAHSYAT


Belum bisa dijelaskan apakah Global Warming bertanggung jawab atas terjadinya badai Katrina. Tetapi ada indikasi - indikasi bahwa Global Warming akan menciptakan badai - badai berkategori 5 - badai Katrina sendiri berkategori 4 saat menghantam Lousiana. Kekuatan badai dimulai dari adanya air hangat dan model - model ramalan menunjukkan badai di masa depan akan menjadi lebih dahsyat seiring dengan naiknya temperatur lautan. Global Warming juga membuat badai - badai itu lebih destruktif dengan naiknya permukaan laut yang memicu banjir yang lebih besar di wilayah pesisir.

5. HEWAN - HEWAN MENYUSUT


Studi baru menyebutkan bahwa bahwa spesies - spesies hewan mengalami penyusutan rata - rata hingga 50 persen dari massa tubuhnya dalm 30 tahun terakhir. Penelitian awal terhadap domba menduga bahwa musim dingin yang lebih pendek dan ringan membuat domba - domba itu tidak menambah berat badannya untuk bertahan hidup pada tahun pertama hidupnya. Faktor seperti ini dapat juga mempengaruhi populasi ikan. Para peneliti menyebutkan perubahan iklim ini bisa mengganggu rantai - rantai makanan, dimana predator di puncak rantai makanan yang paling terpengaruhi karena menyusutnya mangsa.

6. KOTA LONDON TENGGELAM PADA TAHUN 2100


Tidak hanya karang dan pulau - pulau landai yang terancam Global Warming. Faktanya sebuah ancaman besar juga menghantui wilayah kota besar di wilayah pantai yang beresiko tenggelam di bawah air akibat naiknya permukaan laut. Lusinan kota - kota dunia termasuk London dan New York bisa saja lenyap tenggelam menjelang akhir abad ini, menurut penelitian yang menyebutkan Global Warming akan mengakibatkan naiknya permukaan air laut lebih cepat dari yang diprediksi sebelumnya. London termasuk kota besar yang beresiko tinggi seperti digambarkan dalam sebuah film tahun 2007 berjudul "Flood". Menurut para ahli kota ini akan tenggelam tidak sampai 100 tahun lagi.

7. INDONESIA KEHILANGAN RIBUAN PULAU - NYA


Akibat Global Warming, sedikitnya 2000 pulau kecil di kepulauan Indonesia mungkin akan hilang sebelum yahun 2030 dan hal ini diperparah sebagai konsekuensi penambangan liar dan aktivitas lain yang merusak lingkungan. Indonesia hingga saat ini telah kehilangan sedikitnya 24 dari 17.500 pulau - pulau di wilayahnya.

8. GLOBAL WARMING AKAN MEMICU TERORIS


Global Warming bisa menciptakan kondisi ketidakstabilan di negara - negara miskin, sehingga memicu terjadinya migrasi dan menjadi tempat subur berkembangnya terorisme. Kondisi negara yang tidak stabil akibat iklim yang keras dan tidak menentu menyebabkan banyak orang meninggalkan negaranya dan karena tekanan beberapa di antaranya bisa melakukan tindak terorisme. Belum lagi masalah akibat penolakan dari negara yang didatangi para imigran ini.

9. PEGUNUNGAN ALPEN MENCAIR


Tahun - tahun belakangan ini terlihat pengurangan intensitas salju di wilayah - wilayah rendah, menyusutnya volume glacier ( sungai es ), dan juga meningkatnya cairnya wilayah es beku. Hal ini berdampak langsung pada aktivitas turisme di musim dingin. Diprediksi glacier - glacier itu akan hilang antara tahun 2030 dan 2050. Itali dan Swiss telah memutuskan untuk menggambar ulang batas - batas wilayah mereka akibat berkurangnya glacier - glacier di Alpine dan menyapu tanda batas - batas wilayah dua negara itu.

10. TENGGELAMNYA KEPULAUAN MALDIVA


Wilayah kepulauan rendah dan flat yang dikelilingi lautan diprediksi akan ditenggelamkan oleh lautan yang mengelilinginya itu. Hal ini merupakan berita buruk bagi para penghuninya dan juga bagi dunia pariwisata yang mengandalkan pantai - pantai berpasir putih dengan air hangatnya. Para peneliti memberi waktu tidak lebih dari seratus tahun sebelum kepulauan ini bebar - benar lenyap ditelan samudera.





Dampak Pemanasan Global yang dikutip dari http://sobatsepeda.com


1. penyebaran penyakit

Seperti yang terdapat pada negara-negara bagian utara yang cenderung beriklim hangat , yang menyababkan pergerakan serangga berpindah keutara , yang kebanyakan membawa wabah serta penyakit. Dalam hal ini para ilmuwan percaya telah terjadi di beberapa negara, yang pasti berkat pemanasan global , wabah malaria belum sepenuhnya teratasi(wicak).

2. Hangatnya suhu perairan dan lebih sering terjadinya badai

Seiring meningkatnya suhu permukaan lautan , sehingga semakin  meningkatkan frekwensi serta kekuatan badai yang mungkin terjadi, kami melihatnya pada tahun 2004 dan 2005(wicak).

3. meningkatkan intensitas serta probabilitas kekeringan serta gelombang panas

Hampir sebagian besar wilayah di bumi ini semakin basah   seiring meningkatnya pemanasan global ini , akan tetapi diwilayah lainnya lebih  menderita kekeringan karena kelebihan menerima gelombang panas.  Dataran Afika yang paling parah dari semua ini , dan  beberapa kawasan eropa yang mulai mengering . Air adalah merupakan salah satu komoditas yang sangat penting dan langka di Afrika , Menurut panel antar pemerintahan di sana mengenai perubahan iklim , Pemanasan global ini cenderung memperburuk kondisi dan bisa menyebakan beberapa konflik bahkan perang(wicak).

4. Konsekwensi ekonomi

Kebanyakan efek pemanasan global secara Anthropogenik tidak menimbulkan efek yang lebih baik .seperti beberapa efek yang bisa kami katakan dibawah ini telah menimpa beberapa negara yang ada dibeberapa belahan dunia beberapa diantaranya mengenai konsekwensi ekonomi. Badai yang datang selalu menimbulkan kerusakan yang harus ditebus dengan triliunan dolar untuk perbaikan , biaya yang bdekeluarkan untuk perawatan kesehatan serta penyembuahn berbagai penyakit yang ditimbulkan serta berbagai efek samping konflik yang ada telah memperburuk semuanya(wicak).

5. Mencairnya lapisan es di kedua kutub

mencairannya lapisan es dikutub menimbulkan 4 bahaya yang berhasil kami kriteria.

Pertama, hal ini akan meningkatkan permukaan air laut, Terdapat lebih dari 5.773.000 mil kubik air didalam permukaan es, gletser, dan salju abadi . Menurut pusat data salju dan es nasional , apabila semua Gletser mencair sekarang maka permukaan air laut akan meningkat sekitar 230 kaki . Untungnya ,semuanya tidak terjadi sekaligus dalam suatu waktu , akan tetapi permukaan air laut akan semakin tinggi dan maningkat (wicak).

Kedua,Mencairnya permukaan es dikutub akan membuat ekosistem dunia akan menjadi tidak seimbang . permukaan ese akan menghasilkan air bersih dan segar, dan pada saat mencair akan mengurangi kadar garam dilautan , kata orang inggris-membuat air laut menjadi kurang asin.pengurangan kadar garam pada arus teluk akan mengacaukan arus laut yang ada , yang akan mengatur suhu . Berhentinya arus atau ketidak teraturan yang ada bisa mendinginkan daerah sekitar timur laut Amerika dan bagian barat benua Eropa . Untungnya , kondisi ini berlangsung sangatlah lambat sebagai efek pemanasan global di area tersebut.

Ketiga, peningkatan temperatur dan perubahan lingkungan dilingkaran kutub utara akan sangat membahayakan beberapa jenis binatang. hanya yang paling bisa beradaptasi akan tetap bertahan.

Keempat, Pemanasan global akan berefek mencairnya lapisan es di kedua kutub yang semakin lama akan semakin menghilang. Efeknya permukaan ese yang putih itu selama ini telah memantulkan cahaya matahari dengan jumlah yang  sangat banyak dipantulkan kembali keangkasa , untuk menjaga suhu bumi agar tetap dingin. Apabila lapisan es mencair , hanya permukaan lautlah yang masih tersisa untuk memantulkan sinar matahari.Warna lebih gelap akan semakin menyerap sinar matahari, yang tentunya akan semakin menghangatkan suhu bumi kita(wicak).

6. Lebih banyak Banjir

Banjir adalah salah satu bencana alam yang paling berbahaya bagi pemukiman manusia dan salah satu yang sangat potensial diakibatkan oleh pamanasan global . Sebagai efek samping dari perubahan iklim , sebuah pemanasan pada permukaan air laut yang menciptakan sebuah ekspansi thermal . Yang membuat air laut menjadi lebih hangat sehingga mengambil ruang labih banyak dibanding air dingin , yang mangakibatkan meningkatnya permukaan air laut. Ekspansi thermal telah  mengakibatkan peningkatan permukaan air laut sekitar 4 sampai 8 inci (10 sampai 20 cm ), menurut data National Geographic(wicak).

Dengan terus mencairnya es pada gletser juga turut menyumbang naiknya permukaan air laut secara signifikan , yang tentunya hal ini sangat mengancam kehidupan masyarakat yang berda di dataran yang sangat rendah serta yang hidup ditepi pantai karena permukaan air terus naik kemungkinan kehidupan mereka akan hilang atau harus pindah ketempat yang lebih tinggi. Dengan hanya kenaikan permukaan sekitar 1 meter atau 3 kaki cukup menenggelamkan beberapa kawasan pesisir timur Amerika , sementara seperenam bagian dari negara Banglades dapat hilang secara permanen dengan kenaikan permukaan sekitar 1,5 meter atau 5 kaki saja, itu hanya sebagian dari 2 contoh saja(wicak) .

Relokasi pembangkit listrik , kilang minyak , rumah sakit , perumahan dan sebagainya tentu akan memakan biaya yang cukup mahal . juga , Udara yang lebih hangat dapat menahan uap air labih banyak , yang akan meningkatkan curah hujan yang tentunya bisa menambah resiko banjir pada daerah pedalaman(wicak).

7. kebakaran hutan yang lebih sering terjadi

Sebagai planet yang semakin memanas , Pada daerah-daerah yang kering semakin rentan akan bahaya kebakaran bahkan lebih sering terkena resiko kebakaran yang semakin destruktif. pada tahun 2007 , lebih dari 3000 kasus kebakaran hutan yang menyumbang kerusakan wilayah tenggara Eropa yang diakibatkan musim panas berkepanjangan sehingga tercipka kondisi yang cukup gersang dan kering -sebuah situasi yang seharusnya normal sebagai efek dari rumah kaca(wicak).

Apalagi ? Karbon dioksida dan karbon hitam (jelaga yang paling halus ) yang akan ditimbulkan dengan skala  yang cukup besar oleh kebakaran hutan bersama setelah penggundulan hutan yang akhirnya akan berakibat polusi udara bercampur dengan senyawa yang dihasilkan -sebagai gas yang turut menyumbangkan efek rumah kaca yang dikarenakan kekurangan daya serap pohon terhadap C02 yang berada dilapisan udara atau dibawah atmosfer(wicak).

8. Badai yang lebih mengganas dengan daya rusak semakin tinggi

Suhu permukaan air lau yang menjadi kunci terbentuknya formasi badai, yang merupakan salah satu konsekwensi dari pemanasan global yang pasti mencakup pembentukan topan sedta badai yang lebih besar dan dasyat serta frekwensi yang lebih sering diatas permukaan laut(wicak) .

Kekuatan badai semakin dasyat dengan daya destruktif semakin tinggi dengan kapasitas 50% lebih besar setidaknya 30 tahun terakhir , yang merupakan peningkatan angka yang sangat berhubungan dengan meningkatnya suhu permukaan   laut. Permukaan air yang semakin menghangat akan semakin memicu penguapan yang lebih besar,yang kemudian bukan hanya mepermudah terjadinya badai akan tetapi semakin memperbesar kekuatan badai itu sendiri dalam satu siklus (wicak)  .

Contoh sederhananya, permukaan air laut yang menghangat akan menciptakan iklim yang ekstrim termasuk badai yang memiliki daya rusak semakin tinggi dan kuat(wicak) .

9. Kematian yang dikarenakan asap

Sebuah kombinasi yang sangat kuat antara asap knalpot kendaraan , tingkat ozon rendah , polusi udara akibat industri serta berbagai udara panas yang terjebak lainnya yang turut menyumbang terbentuknya gelombang panas. Asap merupakan ancaman kesehatan yang dapat menimbulkan gangngguan kesehatan yang cukup kronis untuk mereka yang tinggal dilingkungan perkotaan.

Hal ini akan mengakibatkan berbagai penyakit gangguan pada sistim pernafasan seperti Ephisema , bronchitis serta Asma , yang secara umum menghambat sistim kekebalan tubuh untuk melawan berbagai infeksi dan penyakit (wicak).

Iklim yang cenderung memanas akan diikuti meningkatnya level ozon yang ada, serta kematian yang diakibatkan asap diperkirakan meningkat sekitar 4,5 % dari tahun 1990 hingga  tahun 2050.Menurut dat sebuah penelitian yang relevan dilakukan oleh universitas columbia dan Universitas John Hopkins(wicak).

\

10. Desertifiksasi (pengurangan penggurunan )

Bagaimana efek pemanasan global mengurangi proses penggurunan (gurun pasir) saya sendiri kurang begitu paham , Namun sangat jelas bahwa pada ketinggian atmosfer dan temperatur permukaan tanah yang semakin meningkat akan menimbulkan berbagai dampak seperti rudaknya lapisan tanah bagian atas serta hilangnya berbagai jenis vegetasi  seiring berubahnya iklim yang semakin memanas. Sebuah peningkatan dalam bidang evapotranpirasi yang disertai penurunan curah hujan yang biasanya diperuntukkan wilayah semi kering dan semi lembab yang ditemukan diberbagai belahan dunia , bisa dibayangkan masa depan tempat tersebut akan menjadi tandus dan tidak akan bisa kembalikan lagi. Hal ini akan berpengaruh sangat negatif dalam keragaman hayati dan tentunya akan juga berpengaruh sangat besar pada budaya manusia serta kehidupan satwa sekitar(wicak).

11. Ancaman gelombang Tsunami

Meski pemanasan global tidak secara langsung menumbulkan dampak gelombang tsunami , hal ini dapat menyebabkan berbagai kejadian yang diakibatkan dengan semakin meningkatnya permukaan planet ini . Salah satu contoh melelehnya lapisan es yang ada dikutub. menjadi sangat berat , gletser yang besar akan menimbulkan tekanan yang sangat besar pada permukaan bumi dibawahnya . Dengan berkurangnya lapisan gletser ini akan menimbulkan aktifitas vulkanik semakin meningkat serta gerakan tektonik yang kemungkinan sebagai penyebab gempa bumi , yang keduanya bisa menyebabkan tsunami(wicak).

12. Datangnya arus Dingin

Datangnya sebuah arus Dingin ditandai dengan penurunan suhu secara mendadak dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Yang pasti kalau hal ini sempat terjadi akan menjadi sesuatu yang sangat mengejutkan baik dalam dunia vegetasi maupun dunia bisnis komersial , bahkan bisa menimbulkan kematian pada hewan serta manusia melalui kecelakaan, Hipotermia dan kelaparan.Rusaknya beberapa jaringan pemipaan serta berbagai properti yang tentunya akan menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit , bahkan apaboila tiba-tiba turun hujan salju disertai gelombang udara dingin yang tentunya akan sangat mengganggu sistim transportasi yang akan berpengaruh pada distribusi makanan , air serta perlengkapan medis(wicak).

Lebih dari 150  orang kehilangan nyawa selama musim dingin pada tahun 2009 hingga 2010 setelah hujan salju yang sangat melimpah  dengan rekor suhu terendah yang tentunya sangat mengganggu sebagian besar wilayah Eropa- serta ribuan kematian yang lain tak terhitung , karena tidak terkena dampaknya secara langsung . Hal ini adalah musim dingin yang paling ekstrim yang pernah terjadi di Inggris dalam kurun waktu 3 dekade (wicak).

hai ini mungkin terlihat tidak masuk logika pada awalnya untuk cuaca sangat dingin bahkan bisa dibilang sangat ekstrim apa bila dihubungkan dengan pemanasan global , akan tetapi sebuah perubahan yang telah terjadi pada atmosfer bumi kita bisa mengakibatkan surutnya lapisan gletser yang akan merubah arah arus  kutub dan sinar matahari akan terserap pada permukaan yang jauh lebih luas yaitu permukaan laut yang lebih gelap dan biru, Sementara fenomena kritis seperti yang terjadi pada arus teluk(Gulf Stream) dapat diakibatkan karena perubahan suhu permukaan laut(wicak).

13. Meningkatnya aktifitas Vulkanik

Sebagaimana yang telah tercatat , melelehnya proses Glasitasi dapat memicu episode baru yaitu semakin tinggi frekwensi serta tingkat bahaya aktifitas vulkanik gunung berapi. Pergeseran  tekanan yang selama ini diimbangi lembaran es yang ada di kutub, tentunya akan merubah formasi tekanan yang ada dibawah permukaan lapisan es yang sangat tebal dan besar, akan berakibat bergejolaknya permukaan bumi bagian bawah seperti yang terjadi pada Icelandia , terjadinya erupsi didaerah Gjálp, dimana magma telah mencapai permukaan tetapi ditempat yang tidak biasanya yang merupakan titik diantara dua gunung berapi aktif. Dengan kekuatan yang dahsyat serta berkelanjutan dari sebuah aktifitas Vulkanik akan menimbulkan dampak yang cukup besar bagi kehidupan manusia bahkan apabila tiba-tiba terjadi dipusat keramaian yang padat penduduk. hai ini juga memiliki potensial untuk merubah iklim planet kita dengan menghembutkan beberapa ton gas yang akan bercampur dengan udara dibawah lapisan atmosfer kita yang tentunya akan bertahan dalam kurun waktu beberapa minggu(wicak).

14. Semakin ganasnya badai petir

Seperti kita tahu badai petir adalah salah satu konsekwensi dari banyaknya udara lembab diruang atmosfer kita , yang tentunya dengan pemanasan global akan semakin memicu meningkatnya kelembaban udara disekitar kita sehingga semakin mudah memicu akan datangnya badai petir disekitarnya. Sebuah hasil penelitian dinamika antara perubahan iklim dengan kekuatan badai petir dapat meningkat hingga 100 % di beberapa tempat. Bukan hanya itu, Akan tetapi hal ini bisa peningkatan kapasitas terjadi selama musim badai seperti yang terjadi pada umumnya tentunya hal ini juga bisa menguntungkan karena bisa menurunkan hujan di area yang kering. badai petir juga bisa memicu  kebakaran hutan  seperti yang telah disebutkan diatas(wicak).

15. Migrasi ,konflik dan perang

Hal ini mungkin terjadi dimasa depan dari beberapa negara , dapat kita lihat seperti meningkatnya gesekan antar bangsa-bangsa dan beberapa kelompok etnis seperti perebutan sumber daya yang dapat memicu migrasi serta konflik . beberapa negara dan Fraksi akan berusaha mengendalikan beberapa yang mereka perebutkan , seperti sumber daya serta tempat tinggal yang aman bagi kalangan mereka sendiri – yang mungkin mengharuskan menggusur kelompok yang lain dan akhirnya menimbulkan kesengsaraan bagi pihak lain(wicak).

Bersamaan, tempat yang sebelumnya padat penduduk akan menjadi tidak nyaman dihuni yang dikarenakan suhu yang semakin memanas atau beberapa faktor lainnya, yang tentunya akan menggusur jutaan orang . para pengungsi ini yang sebelumnya tinggal dilingkungan sendiri harus berpindak ketempat yang semi permanen seperti tenda-tenda perkemahan, atau berbagai kesengsaraan yang mereka peroleh dari ketidak ramahan kelompok masyarakat sekitar atau pribumi(wicak).

Bahkan pada masa sekarang , telah terjadi relokasi tempat. populasi kota Mumbai yang diperkirakan menjadi membengkak lebih jauh sekitar 7 juta jiwa, pada tahun 2050 sebagi efek pemanasan global menjadikan wilayah mereka menjadi tidak nyaman dihuni bahkan sangat tidak menguntungkan baik dari faktor banjir maupun kekeringan . Lebih banyak tanah tercemar yang tidak bisa terelakkan sebagai produk dari berbagai perubahan tempat tinggal maupun sumber daya yang ada(wicak).

16. Lebih banyak wabah penyakit mematikan

Seperti yang pernah kami uraikan diatas , iklim yang hangat selalu mendatangkan wabah penyakit. Iklim sangat mempengaruhi penyebaran sebagian besar penyakit bahkan yang mematikan sekalipun dan telah menyebar luas dengan sangat cepat dan telah menjangkit jutaan orang diseluruh penujuru dunia . Dengan berbagai wabah yang menyebar lewat perantara serangga seperti nyamuk yang bisa berkembang biak meski dengan peningkatan suhu yang sangat minimal , pemanasan global sangat terlihat sangat mempermudah proses penyebaran berbagai macam penyakirt mematikan seperti Malaria , Virus west Nile dan Demam berdarah dengue bahkan telah menjangkau berbagai daerah dari planet ini yang selama ini tidak pernah tersentuh. Menambah daftar panjang jumlah orang sakit bahkan sangat mengganggu palayanan kesehatan masyarakat disekitarnya- khususnya untuk negara miskin dan negara yang tidak siap dengan kondisi yang ada(wicak).

Diantaranya terkenal dengan Deadly Dozen yang merupakan sekelompok penyakit mematikan yang berjumlah 12 yang telah menyebar dengan sangat cepat kebanyakan sebagai efek dari pemanasan global. Termasuk diantaranya Flu Burung , Kolera , Wabah , Ebola dan TBC(Tuber colosa) . Sumber penyakit serius lainnya diperburuk dengan efekn polusi udara serat penyebaran CFC keudara bebas yang turut menghangatkan lapisan Ozon diatasnya(wicak).

17. Hilangnya berbagai keragaman hayati dan kepunahan spesie hewan

Hilangnya habitat disekitar kutub – sebagai komunitas tepian es seperti beruang kutub yang mungkin terkena langsung dampaknya atas semakin menghangatnya iklim sekitar. Berbagai satwa disana sangat tergantung dengan lingkungan yang berhawa dingin dan akan terus mencari wilayah yang lebih dingin sehingga harus bergeser lebih keutara sebagai efek semakin memanasnya planet ini. Yang tentunya hal ini akan memicu perpindahan atau migrasi satwa menuju habitat baru yang lebih baik dari habitat alami mereka yang sudah tidak senyaman dulu lagi. Sebuah hubungan yang sangat kuat antara menghangatnya permukaan laut , dengan menurunnya tingkat reproduksi serta peningkatan tingkat kematian unggas laut , anjing laut serta singa laut telah diamati(wicak).

Hujan asam juga telah diamati telah menyumbangkan efek yang sangat merugikan dalam hal ini . Salah satu contohnya kematian dalam jumlah yang sangat besar yang dialami oleh siput yang terdapat pada wilayah yang rawan dengan curah hujan asam . Dan burung sangat tergantung dengan keberadaan bekicot/ siput tersebut sebagai sumber makanan yang kaya akan kalsium , tanpa makanan pengganti yang sesuai makan akan mempengaruhi tingkat nutrisi yang diperoleh unggas tersebut, bertelur dengan jumlah yang lebih tinggi dengan kerang yang rusak (wicak).

18. Matinya kehidupan satwa laut

Permukaan laut diseluruh belahan dunia ini telah menyerap setidaknya 30 % dari total karbon dioksida anthropogenik yang kemudian menyebar kelapisan atmosfer , dan mau tidak mau , semakin banyak bahan bakar fosil yang terbakar , permukaan laut akan semakin menderita sebagai konsekwensi dari pemanasan global(wicak).

Salah satu perubahan kritis yang paling besar yang disebabkan oleh pemanasan global dan masih berlangsung adalah berkurangnya secara drastis keberadaan Phytoplankton.  Tanaman yang sangat kecil ini adalah sebagai sumber makanan langsung berbagai biota laut yang ada di habitat masing-masing serta bertanggung jawab atas terjadinya aktifitas  photo sintesis hampir seluruh belahan dunia. Pada dasarnya , mereka adalah pondasi dari seluruh mata rantai makanan dikehidupan laut, sehingga penurunan jumlah yang cukup besar akan berakibat efek knock-on atau riak pada seluruh mata rantai makanan, khusunya akan berpengaruh pada kehidupan predator yang paling atas sekalipun(wicak) .

Selain itu , pengasaman serta menghangatnya suhu permukan air laut akan membahayakan kehidupan laut terutama Krustacea , Molusca serat terumbu karang . Dalam hal ini terumbu karang adalah yang paling sensitif terhadap perubahan suhu , dan berapa dari mereka telah diamati telah terbleacing dan mati seiring perubahan iklim yang terjadi(wicak).

19. Serangan binatang liar

satwa yang berpindah dari habitat aslinya sebagai bagian dari rute imigrasi normal yang dikarenakan faktor lingkungan , yang bukanya tidak mungkin akan bertemu dengan kehidupan manusia bahkan tempat tinggal penduduk desa, yang memicu kematian baik dari manusia maupun hewan karena saling membahayakan (wicak) .

Seperti yang telah terjadi , kekeringan serius akhir-akhir ini yang melandataman nasional Amboseli di negara Kenya , singa mulai keluar dari taman untuk mencari mangsa , sehingga terjadi kerusakan diberbagai peternakan hingga porak poranda , bahkan diantaranya terjebak kedalam rumah penduduk (wicak)

Kasus penyerangan manusia oleh seekor harimau yang terjadi di India yang semakin meningkat seiring pergeseran iklim yang tentunya merubah kenyamanan hutan mangrove yang berada di distrik Sundarban .Dalam kasus yang sama juga, ikan Hiu berpindah ke area baru untuk memperoleh sumber makanan yang lebih pasti, yang beberapa diantaranya di wilayah yang padat penduduk.Para ahli mengatakan sekarang lebih banyak hiu terdapat diperairan california dan Florida yang memang lebih banyak dari yang pernah ada(wicak).

20. Berkurangnya pasokan makanan dan air

Dengan curah hujan yang jauh berkurang , yang semakin memperparah kekeringan serta kesuburan tanah , makanan dan air  tentu pasokannya akan sangat terganggu, yang akan berakibat harga makanan melambung , kelaparan , kurang gizi , wabah penyakit dan akhirnya kematian .Untuk negara yang kurang stabil secara politik atau atau berbagai daerah berdampak buruk akan memicu berbagai aksi anarkis  , dengan runtuhnya pemerintahan serta bergesernya otoritas yang bisa lebih mengendalikan sumber daya menjadi lebih kuat(wicak)..

Negara-negara yang masih bisa menjaga ketersediaan pangan serta suplai air yang mungkin bersedia menjadi supplier dari berbagai komoditi utama tersebut atau menerima jutaan pengungsi yang akan mencari tempat tinggal baru(wicak).

Akhirnya semua konsekwensi ini tetap berujung bencana.

Begitu banyak uraian diatas yang menerangkan berbagai akibat dari pemanasan global yang kebanyakan akibat ulah manusia. Dibalik semua kejadian, dibalik semua musibah yang terjadi ,ada tangan manusia berperan didalamnya. merusak jauh lebih mudah dari memperbaiki bahkan lebih repotnya lagi efek samping kerusakan yang telah diakibatkan. Mudah-mudahan lewat blog sederhana ini semua menjadi lebih terang dan sebuah pikiran jadi lebih terbuka. dan semua menjadi lebih jelas serta menjadi lebih bijaksana terhadap lingkungan serta perubahannya , mudah-mudahan menjadi lebih bermanfaat dan berhasil guna(wicak)


Dampak Pemanasan Global yang dikutip dari http://lebahaya.blogspot.com sebagai berikut


Es meleleh hampir di seluruh bagian dunia. Hal tersebut akan membuat volume air laut meningkat, akibatnya air laut akan tumpah ke daratan. Mereka yang hidup dekat dengan laut yang paling merasakan dampak dari hal ini.
Suhu air laut meningkat. Apa yang terjadi jika air laut semakin hangat? Yang terjadi sama dengan poin pertama, yaitu volume air laut meningkat. Jika keduanya terjadi bersamaan, maka air laut akan semakin menumpahi daratan.

Badai akan semakin banyak terjadi. Hal tersebut dikemukakan oleh para peneliti. Mereka mengatakan bahwa pemanasan global secara signifikan akan meningkatkan kejadian badai.

Kegagalan panen yang luar biasa. Seperti telah dikatakan di atas bahwa pemanasan global memengaruhi kondisi iklim secara keseluruhan, akibatnya siklus hidup tanaman pun terganggu, termasuk tanaman pangan. Jika hal itu sampai terjadi, bukan tidak mungkin bencana kelaparan akan menimpa. Jangan sampai deh…

Banyak spesies, baik itu flora maupun fauna, yang akan punah. Hal tersebut dibuktikan oleh para peneliti, mereka mengatakan jika sampai banyak spesies yang akan punah, maka keberlangsungan hidup manusia pun juga akan terancam, karena kita tidak bisa hidup sendiri di Bumi ini tanpa bantuan dari spesies lain.

Terumbu karang menghilang. WWF mengatakan bahwa pada kondisi terburuk, maka populasi terumbu karang akan kolaps pada tahun 2100 terkait dengan meningkatnya temperature dan tingkat keasaman lautan. Sekarang saja, dampaknya pada terumbu karang sudah terlihat. Banyak terumbu karang yang mengalami pemutihan atau bleaching. Jika terumbu karang kolaps, maka ekosistem laut akan terganggu, banyak flora maupun fauna laut yang akan ternacam punah juga.

Krisis air bersih. Hal ini tentunya akan mengancam manusia secara langsung, karena air bersih merupakan kebutuhan primer bagi kehidupan.

Wabah penyakit merebak. Malaria disinyalir akan semakin meningkat kejadiannya seiring dengan terjadinya pemansan global.




Baja Juga


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Menakutkan Dampak Pemanasan Global

loading...